Makalah Presentasi

Sistem Informasi Manajemen 1 #
Peran Manajemen Dalam Sebuah Perusahaan

Di Susun Oleh :
Kelompok 3

Fadhlan Akbar Makarim ( 36117902 )
Lintang Aprian Nur Asa ( 33117325 )
Salma Fikriyah Khansa ( 35117463 )
Sendi Setiadi ( 35117579 )
Yoga Alfaridzky ( 36117265 )

UNIVERSITAS GUNADARMA

2018

Peranan Manajemen Sistem Informasi Dalam Bidang PLN ( Persero )

Pengertian Sistem Informasi Manajemen  Secara umum sistem merupakan kumpulan dari elemen-
elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Menurut Jerry Fith Gerald sistem
adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Sistem Informasi
merupakan suatu system terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi
penggunanya ataupun sebuah sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin,untuk menyediakan
informasi untuk mendukung operasi, manajemen dalam suatu organisasi. Istilah yang umum dikenal
orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah data base. JadiSistem Informasi
Manajemen adalah prosedur pengolahan data yang dikembangkan dalam suatu sistem (terintegrasi)
dengan maksud memberikan informasi secara intern & ekstern kepada manajemen sebagai dasar
pengambilan keputusan.

Latar Belakang Perusahaan

Sejarah Ketenagalistrikan di Indonesia dimulai pada akhir abad ke-19, ketika beberapa perusahaan
Belanda mendirikan pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sendiri. Pengusahaan tenaga listrik
tersebut berkembang menjadi untuk kepentingan umum, diawali dengan perusahaan swasta Belanda
yaitu NV.NIGM yang memperluas usahanya dari hanya di bidang gas ke bidang tenaga listrik. Selama Perang Dunia II berlangsung, perusahaan-perusahaan listrik tersebut dikuasai oleh Jepang dan setelah kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945, perusahaan-perusahaan listrik tersebut direbut oleh pemuda-pemuda Indonesia pada bulan September 1945 dan diserahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada tanggal 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas, dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik hanya sebesar 157,5 MW saja. Tanggal 1 Januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas.
Tanggal 1 Januari 1965, BPU-PLN dibubarkan dan dibentuk 2 perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengelola tenaga listrik dan Perusahaan Gas Negara (PGN) yang mengelola gas. Saat itu kapasitas pembangkit tenaga listrik PLN sebesar 300 MW. Tahun 1972, Pemerintah Indonesia menetapkan status Perusahaan Listrik Negara sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN). Tahun 1990 melalui Peraturan Pemerintah No. 17, PLN ditetapkan sebagai pemegang kuasa usaha ketenagalistrikan. Tahun 1992, pemerintah memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan tenaga listrik. Sejalan dengan kebijakan di atas, pada bulan Juni 1994 status PLN dialihkan dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero).

Sistem Informasi Manajemen Dalam PT PLN (Persero)

Program pengembangan system informasi manajemen PLN memprioritaskan implementasi aplikasi
perusahaan dan manajemen pelanggan.
Aktivitas yang telah dilakukan perusahaan hingga akhir 2006 adalah antara lain:

1. Enterprise Resource Planning (ERP)
• Operasi sepenuhnya dari system ERP dimulai dari 4 projek awal (pilot project),
antara lain: kantor utama, distribusi bali, distribusi Jakarta Raya dan Tangerang
dan PLN P3B.
• Inisiasi implementasi program Go Live Support Extension (GLSE)
Dengan pembuatan aplikasi Enterprise Resources Planning (ERP), yang telah dilakukan pada kantor
utama, distribusi Bali, distribusi Jakarta Raya dan Tangerang dan PLN P3B dan ditujukan sebagai program
implementasi awal dari Go Live Support Extension (GLSE) yang ditujukan untuk mendukung perubahan
sistem informasi manajemen secara luas dalam operasional PLN yang sebelumnya belum maksimal
dalam menerapkan ERP.

2. Information Technology Master Plan (ITMP)
• Pembuatan aplikasi Enterprise Resources Planning (ERP), dimana salah satunya adalah corporate and
shared services (CSSC – Corporate Share Services Center).
• Pengaturan dari skenario yang terbesar dari pengembangan sebuah Customer
Information System (CIS).
Selain telah menerapkan ERP, PLN juga sedang mengembangkan salah satu aplikasi ERP yang mencakup
rencana pembuatan beberapa aplikasi yang termasuk dalam Information Technology Master Plan (ITMP)
(rencana utama teknologi informasi) yang mencakup rencana pembuatan aplikasi corporate and shared
services (CSSC – Corporate Share Services Center) yang menunjukkan integrasi antar unit PLN di satu
wilayah operasi yang akan memudahkan pertukaran informasi antar unit PLN dalam wilayah operasi
tersebut. Cakupan pengembangan aplikasi menurut ITMP lainnya adalah pengaturan dari scenario yang
terbesar dari pengembangan sebuah Customer Information System (CIS) yang tentu saja akan
memudahkan pengaturan seluruh data pelanggan, dan untuk memudahkan penentuan beban tarif yang
akan ditagih pada pelanggan, sebab dengan cara manual sudah sangat tidak memungkinkan dengan
bertambahnya jumlah pelanggan PLN. Dalam mengimplementasikan CIS ini, PLN telah membentuk tim
untuk merancang kebijakan dan aktivitas untuk mengimplementasikan aplikasi CIS ini di tahun 2006.

3. Information Technology Detail Implementation Plan (ITDP)
Penyelesaian laporan dari awal, yaitu pengisian kuesioner untuk DisCo(Distribusi), TransCo(Transmisi),
dan GenCo(Generasi), dan kemudian akan dilanjutkan dengan studi komparatif pada praktek terbaik
sebelum kompilasi akhir dari dokumen perencanaan detail IT (IT Details Plan document).

4. Customer Information System (CIS)
Pembentukan tim koordinasi CIS PLN 2006 yang menyusun dan menyiapkan rencana kebijakan dan
aktivitas untuk mengimplementasikan aplikasi CIS PLN 2006.

5. E-Procurement
• Modul KHS (Unit Price Agreement) dari aplikasi e-Proc telah beroperasi dalam beberapa bagian unit
PLN.
• Aplikasi SIMAT menggunakan aplikasi data pendukung dari keseimbangan
supply material untuk e-Proc dalam 17 unit.
Pengembangan system infomasi lainnya yang diimplementasikan pada tahun 2006 adalah E-
procurement, yaitu pengadaan barang secara on-line. Di sini, para supplier harus mendaftarkan
perusahaannya terlebih dahulu pada PLN, setelah mendaftarkan perusahaan, PLN akan memberikan ID
dan Password bagi perusahaan tersebut. ID dan Password ini digunakan untuk masuk ke web site
pengadaan PLN dan kemudian akan memberikan penawaran pada PLN. PLN kemudian akan melakukan
perbandingan dengan perusahaan lain yang juga telah memberikan penawaran dengan modul KHS (Unit
Price Agreement / persetujuan harga unit). Supplier yang keluar sebagai pemenang akan diberitahukan
melalui e-mail, web site PLN maupun telepon.
Aplikasi yang digunakan adalah aplikasi SIMAT yang menggunakan aplikasi data pendukung dari
keseimbangan supply material untuk e-Proc dalam 17 unit. Hal ini berarti bahwa jika salah satu jenis
stock barang yang saling bergantung telah hampir habis, maka aplikasi ini akan memberitahukan untuk
segera melakukan pengadaan material yang telah hamper habis tersebut. Sebagai contoh, satu buah
tiang listrik harus menampung 5 kabel listrik. Jika kabel listrik sisa 4 maka sistem akan segera
memberitahukan untuk melakuikan pengadaan kabel listrik agar segera menjadi 5 untuk memenuhi
syarat sebuah tiang listrik tersebut.

6. I-SMS
• Penyelesaian dari Service Cooperation Agreement untuk I-SMS 8123 untuk
periode tahun 2006-2007 antara PT PLN (Persero) dan operator selular sebagai
penyedia konten (Content Provider).

• Penandatanganan kontrak (Agreement) dari layanan I-SMS out-in Service Pilot Project Implementation
telah diadakan di APJ Surabaya Selatan pada unit distribusi PLN Jawa Timur
System informasi lainnya yang baru diterapkan adalah I-SMS 8123 yang akan selesai diimplementasikan
pada tahun 2006-2007 antara PT PLN (Persero) dan operator selular sebagai penyedia konten (Content
Provider) pada unit distribusi PLN Jawa Timur. Layanan ini akan memberitahukan jumlah pemakaian
listrik dalam satu periode, cara dan tempat pembayaran yang bisa dipilih pelanggan, dan cabang-cabang
PLN yang ada dalam wilayah tertentu. Layanan I-SMS juga hanya terbatas pada daerah Jawa dan itu juga
belum maksimal serta belum dikembangkan hingga seluruh Indonesia.

Peran Manajer Dalam Sebuah Perusahaan PLN ( Persero)

Struktur Organisasi PT.PLN (PERSERO)
Berdasarkan keputusan Direksi PT PLN (Persero) NO.161.K/010/DIR/2000, maka struktur organisasi yang
ada pada PT PLN Distribusi Jaya dan Tangerang adalah sebagai berikut:

Struktur Organisasi
PT.PLN (PERSERO)

Manajer Area Pelayanan
Tanggung Jawab Utama :
1. Menyusun program pemasaran untuk meningkatkan penjualan tenaga listrik.
2. Mengkoordinasikan proses penyambungan dan tambah daya dengan area jaringan untuk
mempercepat proses pelayanan.
3.    Mengelola kegiatan pembacaan meter serta proses pembayran rekening.
4.    Mengelola penanganan keluhan pelanggn untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.
Wewenang Jabatan :
1.    Menetapkan kelayakan sebagai pelaanggan baru PLN.
2.    Memutuskan sebagai pelanggan.
3.    Mengusulkan pegawai baik mutasi maupun rotasi sebagai pengembangan SDM.

4.    Menentukan target pendapatan unit.

Asisten Manajer Pemasaran dan Pelayanan :
Tanggung jawab utama
1.    Memfasilitasi tempat pelayanan pelanggan yang representative.
2.    Menjalin proses pelaksanaan pelayanan dilakukan dengan baik dan lancar.
3.    Menandatangani Work Order Survey untuk area jaringan dan bidang terkait di area pelayanan.
4.    Mengkoordinir negosiasi dengan pelanggan atau calon pelanggan untuk mengadakan kesepaktan
penyambungan baru atau perubahan daya atau tarif sesuai batas kewenangan.
Wewenang jabatan :
Pelayanan pelanggan.

Asisten Manajer Bidang Pembacaan Meter :
Tanggung Jawab Utama
1.    Merencanakan jadwal dan rute pembacaan meter, memelihara Rute Baca Meter (RBM) untuk
keakurasian baca meter.
2.    Merencanakan strategi pembacan meter untuk pencapaian target kWh Jual yang telah ditetapkan
sesuai target kinerja.
3.    Merencanakan sarana dan perlengkapan untuk kelancaran kegiatan pembacaan meter.
Wewenang Jabatan :
1.    Menetapkan kegiatan pembacaan meter.
2.    Menentukan sampling baca meter pelanggan daya besar.
3.    Menangani kWh booming.

Assiten Manager Bidang Komersial :
Tanggung jawab utama
1.    Merencanakan dan menyiapkan tempat pembayaran rekening listrik yang representative dan
berkoordinasi dengan bidang terkait serta menyiapkan kontrak kerjanya.
2.    Mengevaluasi dan mengklarifikasi kebenaran Proses Penghitungan Tagihan Listik.
3.    Memeriksa dan menganalisis Laporan Penjualan Tenaga Listrik Bulanan (TUL III-09).

4.    Memerikasa dan menganalisis Laporan Piutang Pelangaran Lancar (TUL IV-04).
Wewenang jabatan :
1.    Pengelolaan Payment Point.
2.    Pembuatan dan Proses Rekening.
3.    Pembukuan Piutang Pelanggan.
4.    Pengawasan Piutang Pelanggan.

Asisten Manajer Bidang Administrasi dan keuangan :
Tanggung Jawab Utama
1.    Merencanakan dan mengevaluasi data dari semua bidang serta menyusun dan mengajukan usulan
anggaran dalam satu tahun.
2.    Mengajukan permintaan tambahan alokasi tunai dan permohonan dropping.
3.    Mengelola dan mengendalikan anggaran.
4.    Mengevaluasi laporan Realisasi Anggaran Tunai (RAT), cash flow dan laporan sejenis dari system
aplikasi keuangan yang digunakan.
Wewenang Jabatan :
1.    Mengkaji laporan-laporan pelaksanaan Administrasi dan Keuangan.
2.    Mengusulkan pengembangan SDM unit.
3.    Mengadakan transaksi dengan pihak ketiga.
4.    Mengelola dan mengendalikan keuangan.

Asisten Manajer Bidang Pengendalian Proses dan PJU :

Tanggung Jawab Utama
1.    Mengevaluasi dan menetapkan sasaran pemeriksaan dan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik
(P2TL) berdasarkan informasi Internal dan Eksternal untuk Penekanan Susut Non Teknis.
2.    Menetapkan Jenis Pelanggaran sesuai aturan yang berlaku untuk menentukan besarnya Tagihan
Susulan (TS).
3.    Melakukan kesepakatan penyelesaian berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Penggunaan Tenaga
Listrik (P2TL) pada pelanggan untuk mencapai kesepakatan penyelesaian pembayaran yang dituangkan
dalam Surat Pengakuan Hutang (SPH) yang bermaterai cukup.

Wewenang Jabatan
1.    Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL).
2.    Administrasi P2TL.
3.    Pengaduan pelanggan.

Visi Misi Perusahaan PLN 

Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang Bertumbuh kembang, Unggul dan Terpercaya dengan
bertumpu pada Potensi Insani.
Misi
Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan,
anggota perusahaan dan pemegang saham.
Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.
Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

Level Manajemen

1. Manajer Puncak / Top Manager
Tanggung jawab dari manajer puncak adalah keseluruhan kinerja dan keefektifan dari suatu
perusahaan. Manajer tingkat puncak membuat kebijakan, keputusan dan strategi yang berlaku
secara umum pada suatu perusahaan. Manajer puncak juga yang melakukan hubungan dengan
perusahaan lain dan pemerintah.
2. Manajer Menegah / Middle Manager
Manajer tingkat menengah berada di antara manajer puncak dan manajer lini pertama. Manajer
ini bertugas mengimplementasikan strategi, kebijakan serta keputusan yang diambil oleh manajer
tingkat atas atau puncak.
3. Manajer Lini Pertama / First-Line Manager
Manajer tingkat bawah ini kebanyakan melakukan pengawasan atau supervisi para karyawan dan
memastikan strategi, kebijakan dan keputusan yang telah diambil oleh manajer puncak dan
menengah telah dijalankan dengan baik. Manajer lini pertama juga memiliki andil dan turut serta
dalam proses pengimplementasian strategi yang telah ditetapkan.
Tambahan Hierarki Manajemen :
Dari sisi jumlah, jumlah dari atas ke bawah berbentuk kerucut atau piramida, yaitu semakin

tinggi level atau tingkatan seorang manajer, maka semakin sedikit jumlah manajer pada
tingkatan tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL ILMIAH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ( SIA )

PENGERTIAN SERVICE STRATEGY, SERVICE DESIGN, SERVICE TRANSITION, SERVICE OPERATION DAN CONTINUAL SERVICE IMPROVEMENT

Sejarah Dan Struktur PT Semen Gresik Tbk